Berikut beberapa aplikasi penerapan dan pemilihan speaker yang tepat untuk mengatasi ruangan masjid yang bergema tinggi.
Lokasi proyek :
Masjid Al-Banna, Holchim, Cilengsi, Bogor.
 |
| Masjid Al-Banna, front view night |
Luas masjid 20 x 20, dengan ruang tengah seperti joglo dan tertutup rapat, dengan jendela kaca dan dinding keramik. Gema sangat tingi, sehingga suara kurang jelas di dengar perkataanya. Teras keliling lebar sekitar 4 m.
Solusi yang kami terapkan yaitu memasang Array Speaker tipe
HX ( Z-5BHX2 ) 2bh di depan dan 4 bh Array speaker tipe column
ZS-S60CW.
Seperti dalam penjelasan di artikel "
ARRAY Speaker solusi mengurangi GEMA ", bahwa salah satu cara mengurangi GEMA ruangan yaitu dengan memanfaat karakteristik speaker ARRAY yang cenderung lurus, datar serta menyebar ke seluruh ruangan yang jauh, cocok untuk aplikasi dalam ruang bergema.
Dengan menggunakan Array speaker ini maka suara tidak banyak menyebar ke lantai atau ke atas, sehingga gema bis di kurangi. Disamping itu area tengah yang biasanya kosong, maka bisa memperoleh suara langsung dari speaker sehingga apa yang di sampaikan pembicara menjadi lebih jelas.
Gema pasti ada, selama tidak ada perubahan ruangan, tapi dengan array speaker gema bisa di tekan.
 |
| Penampakan ruang utama masjid Al-Banna |
Di Masjid Al-Banna, Array kami tempatkan di depan, dengan proporsi titik penempatan kiri-kanan seimbang, dengan ketinggian +/- 3 m, diharapkan jangkauan suara bisa di peroleh dari shaft terdepan dan ke area tengah.
Agar mendapatkan arah yang tepat maka angle
HX perlu di modifikasi/di atur arahnya sehingga pada bagian bawah mengarah ke bawah, dan 3 bh diatasnya rata.
untuk Array speaker
ZS-S60CW, pemasangan speakernya sedikit ditundukkan agar mengarah ke jamaah, dengan ketinggian +/- 2.5-3m. Agar diperoleh penyebaran yang lebih dekat ke pendengar.
 |
| Array Speaker ZS-S60CW di kiri kanan ruangan |
Amplifier untuk
Z-5BHX2 --> menggunakan amplifier
ZA-2240, daya 240 watt, di pasang di output Com-4ohm, karena
HX ini tipe low impedansi, tanpa matching trafo. Meskipun menggunakan amplifier 240 watt, dimana daya
HX 200 watt/perspeaker, tapi dengan
ZA-2240 masih cukup untuk mendorong
HX, karena dalam ruangan tidak akan semaksimal bila di luar ruangan. Pemasangan speaker --> sistim paralel. Bagaimana caranyanya ? silahkan lihat di artikel yang membahas masalah ini. Input ke Amplifier menggunakan Aux dan disambungkan ke output Equalizer.
 |
| Teras kanan |
Sedangkan untuk
ZS-S60CW, amplifier juga menggunakan ampli yang sama tipe
ZA-2240, daya 240 watt...karena daya
ZS-S60CW 60 watt x 4bh = 240 watt, pass dayanya sehingga amplifier bekerja sesuai dengan spesifikasinya dan speaker juga bisa optimal setting suaranya.
 |
| Teras depan |
Untuk speaker teras, kami pasang
ZS-F2000WM daya 60 watt 2bh untuk bagian depan kiri kanan teras, kami manfaatkan speaker yang sudah ada, dan kombinasi dengan
ZS-1030B daya 30 watt, ini juga speaker yang sudah ada, sehingga tidak ada yang mubazir.
Daya
ZS-F2000WM di setting ke 30 watt untuk mengimbangi daya
ZS-1030B.
Ampifier menggunakan yang sudah ada, tipe
ZA-2128MW, output 1 untuk teras kiri dan 1 bh depan, dan ouput 2 untuk teras kanan dan 1 bh depan.
Blog diagram sebagai berikut :
Titik pemasangan speaker sebagai berikut :
Cara setting
Pertama setting dulu suara imam, yang paling rentan storing/howling/feedback. Bunyikan speaker
HX dulu, sampai suara pas baik kualitas dan kerasnya suara, dengan mengatur volume di mixer, di amplifier, pegaturan di equalizer dan lainnya sehingga suara pas didengarkan.
 |
| Rak System |
Selanjutnya setting suara
ZS-S60CW, untuk
HX matikan. Dengan cara yang sama, atur volume amplifier untuk ke
ZS-S60CW sampai diperoleh suara yang seimbang dengan suara
HX. Untuk pengaturan bass-treble di mixer, di equalizer usahakan tidak dirubah, tetap mengikuti settingan
HX. Bila ada kurangnya bass-treble di
ZS-S60CW, bisa di atur ditone control amplifier.
Bila settinganya sudah pas, kemudian nyalakan bersamaan antara
HX dan
ZS-S60CW, dengarkan kembali, bila sudah sesuai, maka settinganya bisa dilanjutkan ke setting mic mimbar yang cenderung lebih mudah. Atur volume, tone control di mixer untuk mendapatkan kualitas suaranya. Hindari setting lagi di equalizer karena akan merubah setting awal. Cukup setting di channel mic mimbar saja bila bass-treblenya kurang.
Speaker teras tinggal mengikuti saja, volme bisa di atur di input aux dan volume master amplifier.
Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga bisa menjadikan inspirasi bagi masjid-masjid yang punya kendala. Bagi yang ingin konsultasi, silahkan kontak WA kami di 0811184203. atau melalui fasilitas kontak diatas, insha alloh akan sampai ke email kami.
Bagi yang ingin mengadakan seminar, kami siap menjadi pemberi materinya, tapi untuk undangan ke jamaah/peserta, lokasi/tempat seminar, dll...silahkan diatur, kami hanya siap datang saja, free kami aka layani untuk sharing ilmu ini.
Alamat Masjid :
Masjid Al-Banna, Jl. Raya Narogong KM. 7 Cileungsi – Bogor